Tugas Pendahuluan 2
Sistem Kontrol Otomatis Tangki Minyak
a. Prosedur [Kembali]
1. Buka web WOKWI.COM dan cari STM 32 NUCLEO C031C6
2. Rangkai komponen sesuai dengan gambar rangkaian di modul
3. Klik pada Library Manager untuk membuat file baru yang bernama main.h dan main.c
4. Masukan program yang telah di buat sesuai kondisi pada kedua file tersebut
5. simulasikan
b. Hardware dan Diagram Blok [Kembali]
- Hardware
1. STM32 NUCLEO-G474RE
2. Float Switch
3. Flame Sensor
4. Relay
5. Buzzer
6. LED
- Diagram Blog
c. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali]
- Rangkaian Simulasi
- Prinsip kerja
Rangkaian ini menggunakan mikrokontroler (STM32 Nucleo C031C6) sebagai pusat kendali yang menerima dua input digital, yaitu dari flame sensor dan float switch (sensor ketinggian air), serta mengendalikan tiga output berupa LED indikator, buzzer, dan relay penggerak pompa air.
Prinsip kerja sistem ini dirancang berdasarkan logika pengisian air otomatis dan prioritas keselamatan, dengan skenario sebagai berikut:
Kondisi Normal (Aman & Tangki Kosong/Pengisian): Ketika flame sensor tidak mendeteksi api (memberikan sinyal LOW) DAN float switch tidak mendeteksi tangki penuh (memberikan sinyal LOW), sistem mendeteksi kondisi aman dan membutuhkan air. Mikrokontroler akan mengaktifkan relay sehingga pompa menyala untuk mengisi tangki. Pada kondisi ini, sistem alarm tidak diperlukan sehingga LED dan buzzer dalam keadaan mati.
Kondisi Tangki Penuh: Ketika proses pengisian selesai dan float switch mendeteksi bahwa tangki sudah penuh (memberikan sinyal HIGH), mikrokontroler akan memutus sinyal ke relay. Hal ini menyebabkan pompa mati untuk mencegah air meluap (overflow). LED dan buzzer tetap dalam keadaan mati karena tidak ada kondisi bahaya.
Kondisi Darurat (Api Terdeteksi): Jika sewaktu-waktu flame sensor mendeteksi adanya nyala api (memberikan sinyal HIGH), sistem akan mengabaikan status float switch dan langsung beralih ke mode darurat. Mikrokontroler akan segera mematikan relay (pompa mati) sebagai langkah pengamanan. Bersamaan dengan itu, mikrokontroler mengaktifkan LED merah secara visual dan membunyikan buzzer sebagai alarm peringatan kebakaran.
Dengan demikian, sistem ini memastikan bahwa pompa (aktuator) hanya akan menyala jika kondisi lingkungan benar-benar aman dari api dan tangki memang sedang membutuhkan suplai air.
d. Flowchart dan Listing Program [Kembali]
- Flowchart
- Listing Program
e. Video Demo [Kembali]
f. Kondisi [Kembali]
Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 4 dengan kondisi ketika flame sensor tidak mendeteksi api dan float switch tidak mendeteksi tangki penuh, maka pompa menyala dan LED serta buzzer dalam kondisi mati.
g. Video Simulasi [Kembali]
h. Download File [Kembali]
File TP [Download]
Komentar
Posting Komentar